Ujian Nasional halah omong kosong doang !!!

Standar

Ujian Nasional halah omong kosong doang !!!

Ujian nasional memang hal yang patut dipersoalkan akan fungsinya . Ujian nasional yang tadinya bertujuan untuk mengukur penguasaan suatu materi secara nasional namun pada prakteknya pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik , mulai dari kecurangan yang dilakukan peserta sampai tenaga pengajar , bahkan kepala sekolahnya pun ikut melakukan kecurangan.

Dan yang parahnya adalah instansi pemerintahan pun ikut serta dalam kecurangan ini , kita tahu tujuan dari mereka melakukan kecurangan yaitu ingin dilihat oleh publik bahwa metode dan manejemen yang mereka kerjakan sudah cukup benar dan baik , dengan bukti presentase kelulusan yang tinggi.

Sama halnya dengan tenaga pengajar mereka melakukan kecurangan karena tidak ingin disebut publik telah gagal mendidik siswanya , dan tentunya kepala sekolah pun ikut bekerjasama melakukan kecurangan untuk mempertahankan prestasi/martabat dari sekolah itu sendiri , bahkan sekarang sekolah-sekolah membuat spanduk/iklan bahwa presentasi kelulusan disekolahnya mencapai 100% , namun kita tidak tahu prosesnya seperti apa  …. Sedikit cerita , dahulu ketika saya masih Sekolah Dasar di SDN daerah Bandung Timur , Prestasi saya di sekolah lumayan cemerlang saya masuk rangking 5 besar , waktu itu saya sudah duduk di kelas enam dan saya diharuskan mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) , sekolah pun menyediakan program pemantapan dengan tujuan untuk memantapkan diri kita agar siap menghadapi UAN , mulai dari Try Out , Ulangan Bersama , dan PraUAN .

Ya, syukur alhamdullilah perjuangan saya begadang untuk belajar  membuahkan hasil dan saya selalu lulus baik saat TO , Ulang Bersama dan yang terakhir PraUAN saat itu siswa yang lulus sangat sedikit mungkin hanya 25% . singkat cerita , UAN pun tiba … hari pertama UAN , saya sudah dihadapkan dengan hal-hal yang ganjil , sampai hari terakhir UAN pun terasa aneh sebelum tahu apa yang sebenarnya yang terjadi …… ringkas cerita akhirnya UAN pun selesai , semua teman-teman saya bahagia karena sudah menyelesaikan UAN yang notabene merupakan hal yang mengerikan bagi kami …. Kami tinggal menunggu hasilnya , dan hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba .

waktu itu pengumuman kelulusan diumumkan disekolah , dan saya tidak menaruh curiga apa-apa soal hal-hal yang ganjil ketika UAN . dan saat dibagikan surat hasil ujiannya saya buka “alhamdulilah , ternyata saya lulus” meskipun jumlah nilai saya tidak sebagus ketika TO dan PraUAN , mimpi saya untuk masuk SMPN favorite pun kandas karena nilai NEM saya kurang untuk masuk sekolah tersebut .

ketika itu saya mendengar teman saya yang bisa dibilang dia adalah siswa yang termalas karena sering bolos disekolah , dan juga teman saya yang bisa dibilang dia tidak terlalu pintar karena dikelas dia selalu ngobrol ketika guru menerangkan dan saat ulangan , TO dan PraUAN dia tidak pernah lulus , kerjaanya dikelas hanya ngerumpi dan mainin handphone . Apa yang terjadi dengan mereka ? ternyata mereka lulus dengan nilai rata-rata hampir 100 .

Saat itu pun saya berpikir yang tidak-tidak , dan

SAYA INGAT!!!!

AKHIRNYA SAYA TAHU ,

Mengapa orangtua mereka datang kesekolah dan membayar iuran secara sembunyi-sembunyi yang dikordinir oleh seorang wali murid,

AKHIRNYA SAYA TAHU ,

Mengapa saat  UAN banyak siswa yang tiba-tiba keluar satu persatu untuk ke toilet,

AKHIRNYA SAYA TAHU ,

Mengapa saat UAN siswa lain berebut secarik kertas yang saya tidak tahu apa isinya ,

Sejak hari itu , saya putus asa ! untuk apa saya belajar dengan keras dan menjadi siswa terbaik disekolah kalau hanya orang-orang yang licik dan curang yang bisa masuk SMPN favorite, saya sejak itu berpikir “Apa sih tujuan sebenarnya diadakan UAN ? apa hanya untuk ajang belajar , bagaimana caranya menjadi orang picik dan tercela”

Sejak itu Saya hanya bisa berpendapat,

Bahwa SISWA YANG SEKOLAH DI SEKOLAH NEGERI UNGGULAN/FAVORITE ITU TERNYATA TIDAK SEMUA SISWANYA BERPOTENSI ,

dan harus di ingat bahwa ,

SISWA YANG SEKOLAH DISEKOLAH BUKAN NEGERI UNGGULAN/FAVORITE ITU TIDAK SEMUA SISWANYA BODOH ,

Sedikit cerita ,

Saya pernah bermain kesekolah yang bisa dibilang sekolah favorite yang hanya anak yang memiliki NILAI rata-rata 9-10 lah yang bisa sekolah disitu ,

apa yang terjadi ???

Mereka sekolah bukan untuk menuntut ilmu , namun kesekolah untuk unjuk kekayaan orangtuanya … bahu jalan di sekitar sekolah dipenuhi oleh mobil dan motor yang membuat jalanan macet ,

Mereka kesekolah bukan membawa buku tapi majalah , rokok dan alat-alat make up.

Biasanya pulang sekolah tidak langsung pulang tapi pergi main ke café atau mall didekat sekolahnya

Pakaiannya pun tidak mencerminkan orang yang berpendidikan , memakai rok diatas lutut dan mengecilkan ukuran seragam yang tujuannya agar anggota badan tertentu bisa dilihat dengan jelas oleh orang lain .

Inikah yang namanya Siswa Ungggulan ??????

Baik Sekolah menengah Pertama sampai Sekolah menegah Atas sama saja ,

Karakternya tidak jauh berbeda .

Negeri ini memang SAKIT , kalau sudah sekarat siapa yang mau menolong ????

Wahai , para pejabat !!! koreksilah kinerja anda , dengarkan dan lihatlah realitas yang ada , bukan hanya melihat keberhasilannya saja , tapi mengabaikan proses.

Kita butuh proses bukan hasil . nilai 100 di UAN mungkin bisa dibeli hanya dengan uang tapi sebenarnya bukan nilai yang saya cari namun proses untuk mendapatkan nilai 100 lah yang saya cari .

Saya hanya ingin dilihat baik dan berkualitas oleh  TUHAN

Bukan oleh MANUSIA.

Sampai saat ini saya bingung Apa sih gunanya UAN??? , makanya dari itu saya mengatakan UAN hanya OMONG KOSONG saja !!!

Wakil Presiden Boediono mengatakan tujuan diadakan ujian nasional (UN) adalah untuk meningkatkan standar pendidikan di Tanah Air.

saya sangat setuju namun pada kenyataanya sulit sekali untuk mewujudkannya melalui pr0gram UAN/UN ini . dalam hal ini yang sulit adalah menumbuhkan kejujuran pada pihak yang terkait baik peserta, panitia dan pihak yang terkait lainnya .

kisah seorang guru:

http://re-searchengines.com/0508armanawi.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s