ANGKLUNG

Standar

Angklung

Musik tradisional satu ini bisa dibilang memiliki perhatian khusus oleh organisasi dunia UNESCO ,

Warisan Dunia

Pengalaman saya waktu bermain angklung itu pada saat saya masih di SMA waktu itu saya sekolah di SMA Pasundan 2 Bandung , saya mulai mengenal angklung dan ikut sana-sini mulai dari festival , lomba , sampai mengisi sebuah acara formal/non formal , sampai kolaborasi dengan tim angklung dari singapura , jepang(hiroshima) , dan thailand, meskipun belum pernah kami dibayar sepersen pun tapi kami begitu senang karena memang niatnya seru-seruan dan hobi.

Jadi , ya meskipun cape dan berkeringat kami happy-happy aja🙂

Setiap minggu ada 3 sampai 2 kali kami latihan , kalau ada acara latihan bisa sampai 5 – 6x /minggu.

Karena hobi , saya mengkoleksi alat musik angklung dirumah , Cuma ada 7 angklung mulai dari kecil sampai yang besar ada ,itu hadiah dari Saung angklung Udjo ketika acara bersama Bapak wali kota , ada juga pin , gantungan , sampai baju pun saya simpan sampai saat ini , meskipun sekarang saya gak lagi bermain angklung karena sibuk kuliah , setiap hari ada aja tugas😥 … tapi meskipun begitu saya ingin kok main lagi , partitur dan ringtone angklung pun masih saya simpan dengan rapi koleksi partitur saya paling komplit di grup kami , partitur saya ada sekitar 100-200 lembar saya simpan di 5 folder dan setiap latihan saya harus membawa folder-folder itu kesekolah , perjuangan yang berat🙂

Saya pun pernah ikut organisasi diluar sekolah waktu itu saya ikut bergabung bersama AWI (Angklung Web Institute) dulu saya gabung dengan anak-anak TAAO (Temen AWI Angklung Orkrestra) dan pengalaman ikut konserlah , pertama saya gabung dengan AWI ,

waktu itu banyak sekali yang bergabung dan berkolaborasi mulai musik tradisional angklung dari Thailand , dan singapure.

Saya jadi kangen mainin angklung lagi , lagu favorite saya kalau jenis musik klasik itu Donau wellen , satorini , god father , dan colonei bogey march , klo jenis musik lainnya mungkin rumah yang manis , aku makin cinta , we are the champions , lalayaran , pileuleuyan , es lilin , mojang priangan ,kepompong , terajana , if we hold on together , my way , I love paris , manuk dadali , gambang suling , burung kaka tua , top of the world , mission imposible , sakura , kokoronotomo , villia , dan new York-new York .

Apa sih angklung itu ?

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.

Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Sejarah Angklung

Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.

Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Macam – macam angklung

• Angklung kanekes

• Angklung dogdog lojor

• Angklung gubrag

• Angklung badeng

• Buncis

Kalau kalian tertarik , kalian bisa gabung dengan organisasi angklung baik di AWI , Saung angklung Udjo , dkk

Saya sarankan kalau ingin aktif menjadi pemain angklung bisa gabung dengan AWI  saja , setiap tahunnya pun kita bisa pergi keluar negeri untuk pentas angklung di singapura , atau Malaysia.

Dan anggotanya pun banyak sekali dan ramah-ramah , mulai dari anak SD sampai ada juga yang sudah umur 70 tahun pun masih aktif gabung dengan kami .

Asik , seru , rame , heboh , seneng itu hal biasa ketika latihan , ayo jadilah pemain angklung dijamin ketagihan😀

Angklung sekarang sudah mendunia , kalau ada pentas/konser di Washington DC , Tokyo , Inggris , singapura, thailand , dan Malaysia pasti tempat duduk itu bejejalan penuh dengan wartawan , dan penonton mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s